…Mimpi Abstrak…
Mimpi…
Beberapa hari ini mimpi saya abstrak, mimpi buruk, mimpi sedikit buruk dan mimpi tidak buruk…
Katanya kalo mimpi buruk tidak boleh diceritakan, cukup bangun dan mengucapkan astaghfirrulloh al adzimi…
Dulu, ketika SMP tiap pulang sekolah, saya selalu ditanya oleh orang-orang yang nongkrong di sekitar jalan yang saya lewati,
“..Tadi malam mimpi apa??”, saya pun menjawab “Hujan jeruk” (jawaban spontan karena memang itu yang ada di mimpi saya). Mereka langsung mengambil buku primbon dan mencocokkan mimpi dengan angka-angka yang ada di sana.
Hmm, ternyata untuk pasang nomor togel…
Balik ke mimpi saya, mimpi yang menurut saya buruk malam itu adalah ketika saya sedang berada di sebuah taman tiba-tiba sebuah pesawat yang maskapainya terkenal jatuh tepat di depan saya melewati lampu taman. Jatuh menukik dan seseorang keluar dari pintu pesawat dengan kaki yang patah, dia mati. Tidak lama kemudian sebuah pesawat yang terkenal dengan harganya-yang-murah juga mengalami nasib yang sama, jatuh menukik tapi tidak melewati lampu taman dan seseorang keluar dari pintu pesawat dengan kondisi kaki yang sama, patah tapi dia selamat meminta tolong.

Saya saat itu hanya mendekat, melihat mereka ketakutan dan lari berteriak minta tolong.
Saya pun terbangun, luka yang ada di paha sebelah kanan ternyata tidak sengaja ‘ditendang’ oleh sepupu saya yang tidur tepat di sebelah saya. Napas saya memburu, kening berkeringat walaupun ruangan dingin ber-AC, saya menahan sakit dan kembali terbayang dengan mimpi yang barusan, saya istighfar berkali-kali dan berusaha menenangkan diri untuk kembali melanjutkan tidur.
Kali ini saya terdampar di sebuah tempat, dengan banyak bangunan, saya harus mencari seseorang bersama seorang teman yang wajahnya tidak jelas. menyusuri banyak bangunan, bertemu banyak orang dan bertanya kesana-kemari akhirnya saya memasuki sebuah bangunan bertingkat, disambut oleh beberapa anak kecil yang sedang sibuk belajar, wajah mereka tersenyum dan berlari ke arah seseorang-yang-ternyata-saya-cari-cari, dia keluar dari sebuah ruangan, dan dia adalah seorang waria. Tersenyum tulus dan berkata bahwa,
“ini adalah anak-anak saya, kalian ada perlu apa?”
Saya bangun dan mengucapkan istighfar. Luka itu masih terasa nyeri dan saya berniat tidak tidur lagi, walopun saya sedang dalam masa tidak solat, saya memutuskan untuk terus terjaga, berusaha membaca buku dan entah kenapa saya tidak bisa fokus. Saya hanya ingin terjaga, diam tapi tidak melamun.
Kalo sudah seperti itu, saya langsung mengambil pulpen dan buku, berusaha menulis sesuatu dan terus menulis seakan ide itu terus mengalir dari kepala saya.
Tadi malam saya kembali dihadapkan pada hamparan rumput hijau, penonton bersorak dan nama saya terus dipanggil,
“Bawa bolanya ke Torres, jangan sampai lepas, kita butuh 1 gol lagi supaya Benitez tidak dipecat!!!”

Apa ini??!!!
Benayoun berteriak ke arah saya dan sebuah bola melesat dengan cepat dan saya harus mengoper ke, TORRES??

Saya benar-benar melihat Torres…….

Dia menunggu dengan cemas dan posisinya sedang ’safe’, tanpa pikir panjang saya langsung menendang bola itu ke arahnya dan terdengar teriakan penuh kemenangan dari penonton, saya masih berdiri diam, bingung dan tiba-tiba saya sudah berlari di sebuah lapangan basket, seseorang yang saya kenal bernama ‘Yamashita Tomohisa’ menarik tangan saya dan kami segera berlari menuju sebuah rumah sakit. Wajahnya terlihat cemas,

“Kita harus menjenguknya, Rukia??”…
Rukia?? Saya pun melihat diri sambil berlari, entah kenapa tubuh ini seperti Kuchiki Rukia, salah satu shinigami di BLEACH???

Saya pun bangun….
Dengan ekspresi yang ‘aneh’. Memikirkan mimpi-mimpi yang baru saja terjadi.
Saya ingat, saya selalu baca doa sebelum tidur, mulai dari al fatihah, ayat kursi, al ikhlas, al falaq,
an naas dan beberapa doa tambahan.
Apakah ini akibat saya terlalu kecewa dengan kinerja Liverpool di musim ini??….
Tapi kenapa mimpi itu harus dipotong dengan munculnya Yamashita Tomohisa yang tidak terlalu saya suka??….
Dan kenapa saya harus menjadi Kuchiki Rukia??….
Abstrak….










