Pertama2 saya ingin mengucapkan selamat kpd Partai Demokrat yg sementara ini berada di urutan 1 (Jagoan saya sepertiny berada di posisi yg agak mengkhawatirkan..)
Skrg smua org sibuk dgn si 31 kira2 bkln koalisi sm si 8 atw 23.. Si 28 mgkn bkl nglamar si 5 atw si 23..
Bhkn ada slh 1 tokoh partai yg ‘tidak rela’ dan ‘ketar-ketir’ dgn nasib partainya kalo pola pasangannya sama seperti dulu (31 dan 23) dgn alasan “nanti tidak menarik dan tidak seru.. Seharusnya si 23 koalisi dgn si 28, si 9 atw si 5″..
Si tokoh politik itu mgkn menganggap pemilu ajang ’seru2an’ ajang ‘have fun’. Mengecewakan..
Siapapun calonnya, saya, insya alloh tidak memilih capres yg mengecewakan seperti tokoh politik td dan capres berjenis kelamin ‘wanita’
Aah,pokonya tema di berita2 skrg gtu2 aja,udh mirip acara gosip (terutama stasiun merah-putih, busyet dah penyiar2nya ky host acara gosip, comel2 kabeh..)
Blm lg ttg caleg artis yg ‘mendominasi’ hasil suara dibandingkan sm politisi2 yg dr dl sdh malang melintang di dunia politik. Tragis ya..
Bknnya menganggap ‘remeh’ tp saya jd semakin khawatir klo nantinya semakin byk anggota parlemen yg ‘pintar berakting’ demi terwujudnya ambisi pribadi atw golongan.
Lagi2 yg bkl ‘nrimo’ ya masyarakat awam yg tidak tau apa2 dan mgkn tadinya ‘milih’ mrk krn ’sering liat di tipi’ atw ‘oleh2′ yg menarik dr si caleg. Jgn2 senayan bkl sering jd tempat syuting,hehe..
Oiya, para caleg yg gagal mulai byk yg tumbang dan depresi bhkn ada yg meninggal krn serangan jantung, saya turut berduka..
Yg lbh wow lg byk caleg yg ‘mengambil kembali’ barang2 yg sdh ‘disumbangkan’ ke masyarakat..
Pemilu tahun ini semoga bisa jadi ‘tamparan’ bwt orang2 di sana yg punya keinginan utk mencalonkan diri di tahun berikut2nya..
Hmm, Ini cm skedar ’sampah busuk’ yg hrs dikeluarkan spy baunya menguap
*Jd gak sabar nunggu pilpres ntar pasti bkln lbh heboh.. Hehe..*
Berbagi
After blaming on myself for some reason, now I know that everything never changes if i still stand on the same position without taking any chance that God has given to me.
Wondering why i dont have the ‘L’ factor and keep asking why YOU bring me in a such terrible situation.
I read and read again all the ‘grumble’. Well, i’ve written so much since 2007.
Searching for ‘what is the main problem’ and have i done anything to solve it and bla..bla..bla..
I realize that i’ve missed one thing which is very precious. A great family and parents who always force me up to never say ‘give up’ in any way. They teach me how to face this creepy life, the bittersweet of life and unfortunately, I never say ‘terima kasih, thank you, alhamdulillah, arigatou or else’ for this blessing. Without it, i think i will suffer and become insane, obviously ;3
*Please forgive me, G…*
Well. maybe, I can easily gamble my life away if that’s such a cool deal for me (though i’m not sure what ‘cool deal’ is all about…).
I have to work extra hard, and innovate my way out of this ‘black hole’.
hahah…
It is so important to remember all the things we have to be thankful for.
This is our obligation as a human grateful to be proficient in, for all that Allah SWT gave us all the circumstances, health, longevity and blessing.
Cheers.
ps: “ternyata semakin ke sini semakin kurang mengucap ’syukur alhamdulillah’ buat hal-hal yg mgkn simple tp ternyata pengaruhnya besar di kehidupan.”
Berbagi
Will Smith always plays great!
Setelah mengharu biru di film Pursuit of Happiness, nangis bareng novy dan sapi di I’m Legend, sekarang gantian 7 Pounds let ur tears fall from ur eyes…

Setelah tidak berhasil menonton “burn after reading” diakibatkan si cakramnya rusak dan sempat terjadi kejadian memalukan. Di cakram itu ditulis “born after reading” salahkan saja saya dan teman yg mmg dr awal gak tau judul sebenernya film itu. Krn dy suka brad pitt ya sdh akhirnya dibeli. Setelah ada sms dr seorang tmn yg isinya ‘menertawakan kesalahan saya dlm menulis judul film’, kami berdua tertawa dan akhirnya film itu gak bisa ditonton krn macet.
NICE!
About 7 pounds, it’s a very emotional movie for me. It’s all about Ben thomas who killed 7 people in a car accident, included his fiance. Well, he was typing sms while driving a car.
Everyday he’s haunted by the tragedy and the victiims. so, he decides to donate his organs and also a house for those who need it.
After watching it, i realize that what life is about. It’s about SACRIFICE.
Sure it will obviously touch ur heart, our hearts…
Must have seen movie again, I guess…
Berbagi
Setelah sekian lama absen dari dunia per-blog-an, akhirnya saya kembali mencoba untuk aktif lagi.
Seperti lagu Pasto, “Aku hanya pergi tuk sementara…”
*Salahkan saja internet server yang selalu ngaco tiap dipake buat posting..*
-_-’
Berbagi
Sudah pernah menonton film lawas judulnya “Freedom Writers”??
Film yang dibintangi oleh Erin (Hillary Swank) mengisahkan tentang perjuangan seorang guru menghadapi murid-muridnya yang benar-benar tidak peduli dengan pendidikan.
Dengan setting ‘Long Beach’ yang pada masa itu memang penuh dengan ketegangan karena ada perkelahian antar geng.
Erin datang ke Long Beach untuk mengajar dan dia mendapatkan kelas yang sangat tidak bersahabat, kelas yang murid-muridnya adalah remaja dengan tingkat kebencian yang sangat mengkhawatirkan. Mereka duduk berkelompok sesuai dengan gengnya. Ada satu murid kulit putih bernama Ben (Hunter Parrish) yang tidak memiliki kelompok sehingga dia terkucilkan.
Setelah tahu kelas yang diajarkan adalah kelas yang sangat ‘bermasalah’ tidak membuat Erin mengundurkan diri, dia malah merasa tertantang untuk menyelesaikan masalah perpecahan antar geng dgn cara yang lebih manusiawi.
Erin mengajar dengan menggunakan caranya sendiri, dia tidak menggunakan cara konservatif yang justru sangat membosankan.
Cerita selanjutnya??
Lebih baik anda menonton sendiri, film ini menurut saya sangat layak untuk ditonton apalagi bagi anda yang bekerja sebagai pengajar. Di film FREEDOM WRITERS ini benar-benar mengajarkan kita
“Bagaimana menjadi seorang guru yang baik”
Berbagi
Setelah beberapa hari saya merasa ‘Stuck in a moment’, akhirnya jalan itu ditunjukkan juga.
Bermula dari acara Kick Andy di Metro Tv dan malamnya saya bermimpi bertemu dgn orang dari masa lalu yang sekarang telah tenang di sana.
Dia adalah teman yang sangat usil tapi sangat peduli dgn sesamanya. Teman yang telah mengajarkan banyak hal kepada saya tentang arti solidaritas yang sebenarnya . Sampai akhirnya pikiran saya tidak ’sempit’ lagi.
Sayangnya dia pergi karena kolaps akibat mengkonsumsi narkotika.
Sesuatu yang sangat disayangkan….
Tapi apapun penyebabnya saya sangat berterima kasih telah diperkenalkan dengan sosoknya, membuat saya banyak belajar dan melapangkan kembali pikiran saya yang sempat stagnan cukup lama.

Berbagi
Ibaratnya lagu mgkn ‘Stuck in a moment’-nya U2 bisa dijadiin backsound.
Beberapa hari ini saya mulai kehilangan ide untuk melanjutkan jalan cerita sebuah karya idealis dan independen. Banyak buku yang saya baca untuk mencari titik terang dalam kestagnanan diri. Mencoba mengubah beberapa penggalan kata yang ternyata hanya sia-sia belaka.
Saya mulai terperangkap dalam keidealismean saya sendiri, bingung menentukan tata bahasa, menyusun kalimat menjadi sebuah fragmen agar cerita menjadi lebih ‘berwarna’.
Yaa, saya mulai bingung.
Dan waktu…
Berawal dari ambisi ingin menyelesaikannya tidak lebih dari 2 bulan ternyata saya lupa lagi dengan istilah “Manusia berencana Allah SWT yang menentukan”.
Mungkin karena terlalu ‘dikejar’ oleh ambisi yang menyesatkan diri sendiri saya sekarang hanya bisa terus-menerus mencari inspirasi agar pikiran bisa tereksplorasi.
“…I was unconscious, half asleep
The water is warm ’til you discover how deep
I wasn’t jumping, for me it was a fall
It’s a long way down to nothing at all
You’ve got to get yourself together
You’ve got stuck in a moment
And you can’t get out of it
Don’t say that later will be better
Now you’re stuck in a moment
And you can’t get out of it
And if the night runs over
And if the day won’t last
And if your way should falter
Along this stony pass
It’s just a moment
This time will pass…”
*Sambil terus-terusan dgr lagu U2, hehehe…*
Berbagi
Ditinggalkan selama 2 bulan ternyata sudah ada lanjutan ceritanya..
Saya pembaca BLEACH Online yg sangat setia. Kenapa harus Online??
Soalnya kalo hrs beli komiknya yang ‘asli’ masih nomor-nomor awal, utk komik ‘black market’ saya tidak punya koneksinya di sini, hehe
Manga Bleach ini dikarang oleh Tite Kubo, bercerita tentang Ichigo Kurosaki yang bisa melihat ‘roh atau arwah’ bertemu seorang shinigami (dewa kematian) yang bernama Rukia Kuchiki, tugas shinigami adalah menangkap roh jahat yang disebut ‘hollow’. Di sini juga ada tokoh-tokoh lain yang juga berperan penting.
Karena sudah terlalu banyak yang dihadapi Ichigo, saya tidak bisa bercerita satu per satu tentang isinya,
klik saja:
http://www.bleachportal.net/bleach/multimedia/direct_manga
atau
http://read.homeunix.com/onlinereading
Salah satu komik yang saya rekomendasikan dan seru untuk dibaca

*Para Pemain Utama
*

*Para Pemain pendukung
*
Berbagi
Saya mau upload salah satu hasil ‘kreasi dadakan’ di hari minggu.
Karena menurut si Mama hari minggu adalah hari untuk ‘libur’ dari aktivitas memasak (haihhhh…)
Ini masakan udang pertama saya.
Saya belum pernah berani mencoba untuk mencoba mengolah bahan dari daging merah atau udang, terlalu beresiko (karena harganya yang juga agak kurang bersahabat, jadinya kalau sampai gagal bisa menyesal setengah mati
)
Pertama-tama si udang dibersihkan dari kotoran yang menghinggapi, kemudian rendam di campuran perasan lemon, cincangan bawang putih, sedikit sekali garam untuk menghilangkan bau amis.
Terus, panaskan margarin, tumis cincangan bawang merah, bawang putih, cabe merah, cabe yang sudah digiling, sedikit tomat, sedikit saus tiram, sedikit gula dan garam supaya gurih. Masukan udang yang direndam tadi, beri sedikit air biarkan sampai 10 menit dan kasih potongan daun bawang.
Voila!!!
Jadilah Tumis Udang penuh cabe super pedas

Berbagi
Pernahkah anda merasa ‘dikecewakan teramat sangat’ oleh seorang yang anda anggap teman baik??
Yaa, walaupun pada akhirnya anda sadar bahwa anda sendiri yang terlalu ‘euphoria’ terlalu GR dengan hubungan pertemanan dan akhirnya istilah itu berubah menjadi “Friendship which turned into friendshit“.
Pernahkah anda Sadar bahwa selama ini anda hanyalah seorang ‘pelengkap’ tidak lebih, bahkan seseorang yang anda anggap sebagai teman dekat bahkan saudara sendiri pun ternyata untuk mengakui bahwa anda berada di ‘lingkaran pertemanannya’ saja tidak??
Pernahkan teman anda berbicara dengan tidak mengikutsertakan anda di dalamnya walaupun masalahnya bukan sebuah rahasia??
Pernahkah disepelekan karena memberikan sebuah nasehat yang sebenarnya untuk kebaikan teman sendiri dengan alasan anda tidak kompeten dalam memberikan sebuah nasehat walaupun pada akhirnya justru nasehat andalah yang berpengaruh besar terhadap hidupnya??
Pernahkah anda tidak ‘dianggap ada’??
Pernahkah anda berpikir bahwa ternyata kalo kualitas suatu hubungan lebih penting daripada kuantitas?? Artinya walaupun jarang ngobrol, jarang bertemu tapi kalau setiap menit bisa dihargai dan diisi dgn hal2 yg berkualitas, suatu hubungan itu bakalan berarti??
Apabila anda pernah merasa seperti itu atau justru pernah melakukan hal yang seperti ditulis di atas, sebelum terlambat sebaiknya secepatnya segeralah duduk bertatap muka dengan teman anda dan bicarakan sebelum semuanya menjadi sebuah penyesalan di kemudian hari..
Karena rasa kecewanya itu bisa teramat sangat dalam..

PS:
“For you out there, Losing 1 person like me is not a big deal for you, I’m just an ordinary person who always want to be exist in your life”
Berbagi