…Mimpi Abstrak…

Mimpi…

Beberapa hari ini mimpi saya abstrak, mimpi buruk, mimpi sedikit buruk dan mimpi tidak buruk…

Katanya kalo mimpi buruk tidak boleh diceritakan, cukup bangun dan mengucapkan astaghfirrulloh al adzimi…

Dulu, ketika SMP tiap pulang sekolah, saya selalu ditanya oleh orang-orang yang nongkrong di sekitar jalan yang saya lewati,

“..Tadi malam mimpi apa??”, saya pun menjawab “Hujan jeruk” (jawaban spontan karena memang itu yang ada di mimpi saya). Mereka langsung mengambil buku primbon dan mencocokkan mimpi dengan angka-angka yang ada di sana.

Hmm, ternyata untuk pasang nomor togel…

Balik ke mimpi saya, mimpi yang menurut saya buruk malam itu adalah ketika saya sedang berada di sebuah taman tiba-tiba sebuah pesawat yang maskapainya terkenal jatuh tepat di depan saya melewati lampu taman. Jatuh menukik dan seseorang keluar dari pintu pesawat dengan kaki yang patah, dia mati. Tidak lama kemudian sebuah pesawat yang terkenal dengan harganya-yang-murah juga mengalami nasib yang sama, jatuh menukik tapi tidak melewati lampu taman dan seseorang keluar dari pintu pesawat dengan kondisi kaki yang sama, patah tapi dia selamat meminta tolong.

1149972_plane

Saya saat itu hanya mendekat, melihat mereka ketakutan dan lari berteriak minta tolong.

Saya pun terbangun, luka yang ada di paha sebelah kanan ternyata tidak sengaja ‘ditendang’ oleh sepupu saya yang tidur tepat di sebelah saya. Napas saya memburu, kening berkeringat walaupun ruangan dingin ber-AC, saya menahan sakit dan kembali terbayang dengan mimpi yang barusan, saya istighfar berkali-kali dan berusaha menenangkan diri untuk kembali melanjutkan tidur.

Kali ini saya terdampar di sebuah tempat, dengan banyak bangunan, saya harus mencari seseorang bersama seorang teman yang wajahnya tidak jelas. menyusuri banyak bangunan, bertemu banyak orang dan bertanya kesana-kemari akhirnya saya memasuki sebuah bangunan bertingkat, disambut oleh beberapa anak kecil yang sedang sibuk belajar, wajah mereka tersenyum dan berlari ke arah seseorang-yang-ternyata-saya-cari-cari, dia keluar dari sebuah ruangan, dan dia adalah seorang waria. Tersenyum tulus dan berkata bahwa,

“ini adalah anak-anak saya, kalian ada perlu apa?”

Saya bangun dan mengucapkan istighfar. Luka itu masih terasa nyeri dan saya berniat tidak tidur lagi, walopun saya sedang dalam masa tidak solat, saya memutuskan untuk terus terjaga, berusaha membaca buku dan entah kenapa saya tidak bisa fokus. Saya hanya ingin terjaga, diam tapi tidak melamun.

Kalo sudah seperti itu, saya langsung mengambil pulpen dan buku, berusaha menulis sesuatu dan terus menulis seakan ide itu terus mengalir dari kepala saya.

Tadi malam saya kembali dihadapkan pada hamparan rumput hijau, penonton bersorak dan nama saya terus dipanggil,

“Bawa bolanya ke Torres, jangan sampai lepas, kita butuh 1 gol lagi supaya Benitez tidak dipecat!!!”

berdoa1

Apa ini??!!!

Benayoun berteriak ke arah saya dan sebuah bola melesat dengan cepat dan saya harus mengoper ke, TORRES??

prop090723-12-liverpool_singapore

Saya benar-benar melihat Torres…….

2_7283_fernando_torres

Dia menunggu dengan cemas dan posisinya sedang ’safe’, tanpa pikir panjang saya langsung menendang bola itu ke arahnya dan terdengar teriakan penuh kemenangan dari penonton, saya masih berdiri diam, bingung dan tiba-tiba saya sudah berlari di sebuah lapangan basket, seseorang yang saya kenal bernama ‘Yamashita Tomohisa’ menarik tangan saya dan kami segera berlari menuju sebuah rumah sakit. Wajahnya terlihat cemas,

yamapi_in_buzzer_beat_27082009094849

“Kita harus menjenguknya, Rukia??”…

Rukia?? Saya pun melihat diri sambil berlari, entah kenapa tubuh ini seperti Kuchiki Rukia, salah satu shinigami di BLEACH???

rukia_kuchiki

Saya pun bangun….

Dengan ekspresi yang ‘aneh’. Memikirkan mimpi-mimpi yang baru saja terjadi.

Saya ingat, saya selalu baca doa sebelum tidur, mulai dari al fatihah, ayat kursi, al ikhlas, al falaq,

an naas dan beberapa doa tambahan.

Apakah ini akibat saya terlalu kecewa dengan kinerja Liverpool di musim ini??….

Tapi kenapa mimpi itu harus dipotong dengan munculnya Yamashita Tomohisa yang tidak terlalu saya suka??….

Dan kenapa saya harus menjadi Kuchiki Rukia??….

Abstrak….

Benar-Benar “Hotel Prodeo”

Gara-gara inspeksi mendadak, kondisi penjara salah seorang narapidana yang namanya dulu sempat malang-melintang di televisi ternyata mirip kamar hotel (saya tidak bilang hotel bintang 5 karena nanti ada yang protes).

TV plasma, pendingin ruangan yang kalo-tidak-salah ada di dalam lemari (mungkin supaya udara di lemari jadi lebih dingin, siapa tahu tidurnya di dalam lemari…), ada peralatan karaoke, PC, sofa, kulkas bahkan di dalam kulkas ada ‘telur ayam kampung’…

Wah..wah…

Sehat sekali ya sepertinya…

Dinding yang dilapisi wallpaper, dengan gorden yang menjuntai dan ’suasana’ yang jauh dari kesan menyeramkan dan suram sebuah penjara membuat saya berdecak kagum dan geleng-geleng kepala. Bahkan si penghuni bisa ‘online’ dan mengakses banyak berita melalui internet.

Pantes aja semakin lama semakin banyak yang ‘tidak keberatan’ untuk masuk penjara…

Walaupun si penghuni setelah ditanya dia menjawab kalo dia hanya berkunjung dan itu bukan selnya saya masih tertawa. Tertawa mendengar alasan yang dungu dan tertawa miris dengan kenyataan yang ada di Negeri tercinta Indonesia ini.

Dulu saya kira ‘kasur busa, kasur pegas, televisi, dll’ yang ingin dikirim oleh keluarga si penghuni hanyalah ‘gurauan’ belaka. Saya tidak menyangka ternyata itu benar adanya, bahkan ada sel tahanan yang penuh oleh boneka warna-warni, dihias seperti kamarnya pribadi…

Benar-benar “Hotel Prodeo” ya…

Pikiran saya kembali ke saat di mana saya sedang mengurus surat keterangan catatan kepolisian, kebetulan ruang tempat saya mengurus dokumen SKCK itu berada tepat di depan penjara. waktu itu mungkin ada 7 orang yang sedang ditahan. Masing-masing orang dengan kesibukannya sendiri. Ada yang sedang berbicara dengan teman satu selnya, ada yang sedang berusaha menonton tv yang letaknya sekitar 20 meter dari pintu sel, ada yang sedang duduk termenung, ada yang memperhatikan saya yang berusaha mencuri-curi pandang ke arah penjara, dan ada yang masih sibuk dengan luka-luka di sekujur tubuhnya akibat dikeroyok massa…

Penjara ya seperti itu…

Seperti apa yang pernah saya lihat, suram, agak bau dan dihuni lebih dari 1 tahanan (saking banyaknya yang masuk penjara).

Bukan penjara yang seperti baru-baru ini diberitakan di tv, penuh boneka, antena televisi, bahkan ada yang seperti kamar pribadi.

Kenapa bisa ada ‘kasta’ di penjara??

Apa karena mereka ‘MASIH TERHORMAT DAN KAYA’???

Padahal mereka juga sama-sama KRIMINAL…

karena mereka wanita, Kenapa harus diberi ‘keringanan dan terkesan ‘dimanjakan”?? Bukankah selama ini yang selalu diseru-serukan adalah kesetaraan antara pria dan wanita?? Kenapa tidak ‘disetarakan’ saja??….

Tapi biarlah semua pertanyaan ini kembali terkubur dan hilang sendirinya oleh waktu, semakin menambah ‘daftar panjang penyakit’ yang diderita di negeri ini…

Review Tahun 2009 dan awal Tahun 2010

Saya baru saja me-review apa saja yang pernah saya tulis di blog, tiba-tiba judul “Tahun Baru 2009″ menarik perhatian saya.

Kira-kira begini,,,

“…Tidak terasa tahun 2008 akan segera ditinggalkan.

Bagi saya tahun 2008 adalah tahun terberat selama saya hidup. Kondisi dan lingkungan yang menuntut saya untuk berpikir lebih bijak dalam semua masalah yang saya hadapi. Mulai permasalahan dengan diri sendiri, Tuhan, teman dan keluarga.

Tahun 2009  ada beberapa hal yang ingin saya raih baik yang serius maupun hal-hal yang terkesan konyol, seperti:

  • Punya kerjaan tetap (Saya sangat menginginkannya..)
  • Menyelesaikan cerita yang saya tulis (saya bingung dengan tengah ceritanya)
  • Melanjutkan Les-les bahasa asing yang pernah saya ambil sebelumnya.
  • Berhasil menjahit baju2 dan celana2 untuk pribadi atau orang lain
  • Pergi ke Lombok
  • Menanam sayuran dan buahan organik.
  • Datang ke pernikahan teman saya tersayang
  • Menjadi wedding singer di pernikahan teman.

Baru beberapa hal yg saya pikirkan, tapi hal2 di atas sudah mewakili keinginan saya di tahun 2009 nanti. Semoga Tuhan memberkati dan memberikan Ridho-Nya.

Amin.

Bagaimana dgn Anda, apa resolusi anda di tahun 2009 nanti??…”

Ternyata selama tahun 2009 hanya ada satu hal yang (alhamdulillah) saya dapat, yaitu Pekerjaan Tetap…

Setelah menunggu hampir 2 tahun akhirnya jalan itu ditunjukkan juga, Mama saya selalu bilang,

“Jangan terus-terusan mengeluh kalo belum dapet kerja, kan masih bisa melakukan aktifitas lain yang mungkin belum tentu bisa dikerjakan kalo sudah bekerja. Sabar dan terus berdoa diiringi usaha, Mama dulu waktu umur….. (cerita yang selalu diulang-ulang untuk mengingatkan saya supaya jangan mengeluh)”

Tapi ada beberapa hal yang mungkin ‘dicapai’ walaupun tidak seutuhnya. Bulan April 2009, saya akhirnya ikut kursus menjahit. tadinya saya tidak menyangka kalo ‘Menjahit adalah pekerjaan yang tidak mudah’. Berkali-kali saya salah membuat pola, memotong bahan dan berkali-kali jarum mesin jahit patah ketika harus menjahit mundur. Sekitar 3 bulan saya (hanya) menghasilkan 1 blus lengan pendek berwarna biru, 1 blus lengan panjang dengan motif bunga-bunga kecil, dan 1 kebaya warna coklat dengan bentuk kerah yang agak kurang simetris (setelah diperhatikan dengan teliti, hehehe…)

Tentang cerita yang sedang saya buat, masih sekitar 75% lagi, tapi akhirnya saya bisa membuat cerita-di luar-bayangan-saya. Salah satu proyek untuk mewujudkan obsesi seorang Ladyna (but still, no romance…). Itu yang membuat saya bisa sedikit tersenyum dengan ‘hasil belum sempurna’ yang sedang diusahakan untuk diselesaikan.

Walaupun saya tidak pergi ke tempat les bahasa asing, paling tidak dari buku, CD, DVD dan lagu bisa membantu saya belajar dan melafalkan beberapa kalimat. Saya sangat tergila-gila dengan Jepang, bahkan berharap suatu saat meskipun sulit untuk jadi kenyataan saya berharap ada kesempatan sekolah di sana, hahaha…

Artinya paling tidak saya berusaha membuat harapan di tahun 2009 untuk belajar bahasa asing menjadi nyata.

Pergi ke lombok?? Oh, no dear, still have to find out the answer of my own stupid question ‘where’s the money??!!’

Tapi 3 buah T-shirt ‘Pulau Lombok’ cukup membuat saya senang :D

Menanam tanaman, Ya, akhirnya saya menanam tomat sayur, cabe rawit dan melati dengan cara stek batang. Beruntung si Papa selalu membantu menyiram tanaman karena saya sering sekali lupa dan pastinya berpengaruh besar pada pertumbuhan tanaman.

Yang terakhir yang membuat saya menyesal dan sedih, saya tidak bisa datang ke pernikahan salah satu teman baik saya, Novita Sari yang menikah tanggal 6 Juni 2009. berkat seorang teman baik saya yang bernama Chantee, dia selalu mengupdate berita prosesi pernikahan via sms, sedangkan saya pagi-pagi sudah ‘melarikan diri’ untuk menenangkan hati beberapa saat di sebuah tempat makan dengan musik yang menambah kelam suasana….

Tadinya saya sudah membuat daftar lagu yang akan saya nyanyikan, tapi semuanya gagal.

Saya hanya mengirimkannya hadiah yang tidak seberapa (saat itu kondisi keuangan saya benar-benar tidak bersahabat…)

Sekarang Mrs. Novita Mahyiddin sedang mengandung ‘bilal’ yang usia kandungannya masuk bulan keenam. (Tidak sabar menunggu Maret-April)

Intinya saya berterima kasih atas seluruh kesempatan yang diberikan di tahun 2009. Banyak hal yang saya pelajari dan saya pun mendapat beberapa teman yang bisa memberikan saya cara pandang yang berbeda lagi dalam menghadapi suatu masalah. Di tahun 2010 ini saya hanya berharap semoga pekerjaan yang dijalani bisa berjalan dengan lancar, sekeluarga diberi kesehatan dan terus diarahkan menuju jalan yang benar, semakin melihat ke bawah, semakin diberi rahmat dan ridho dalam menjalani sesuatu.

Awal tahun saya sudah mendapat cobaan ‘tersiram air panas’, sakit, panas dan tentunya meninggalkan bekas luka. Tapi sekali lagi, cobaan diberikan supaya hamba-Nya menjadi lebih kuat.

Amin….

Maybe Surrounded by a million people, I Still Feel All Alone, I Just Wanna Go Home…

Konnichiwa, Mina-San…

Cuaca hari ini sedikit ‘mendung’, entah kenapa suasana hati juga ikut sedikit ‘mendung’..

Kemarin saya pergi ke sebuah mal bersama si Om, Tante serta si Anak. Niatnya mau membeli buku, sepatu dan tas. Mal yang jaraknya kurang dari 500 meter dan bisa ditempuh kurang dari 15 menit itu sudah ramai pengunjungnya pagi itu. mobil berjejer rapi di parkiran, bahkan parkiran di bangunan depan saya sudah hampir penuh. Karena si Om harus pergi ke luar kota jam 3 siang akhirnya perburuan barang-barang pun dimulai. Supaya tidak menghabiskan waktu saya, si Tante memutuskan untuk berpencar saja, menemukan barang masing-masing .

Tadinya saya mau membeli kemeja untuk ‘orientasi’ tapi apa daya harga kemeja tidak sesuai dengan uang yang saya bawa, ukurannya juga tidak ada (kenapa mereka hanya membuat 4 jenis ukuran??) dan saat itu saya teringat dengan kalimat seorang teman yang berkata bahwa;

“Makanya mbak, kalo mau belanja sama gw aja. Ntar gw ajak ke Tanah Abang atau Blok M, di sana gak bakalan susah nyari kemeja. Emang wanita kayak kita kudu tinggal di luar negeri, amrik misalnya…”

Tapi sampai sekarang rencana ‘belanja-kemeja-ke tanah abang-dan-blok m belum pernah jadi kenyataan.

Apa daya, si Teman masih berstatus mahasiswa tingkat akhir, sibuk dengan skripsi dan proyek penelitiannya.

Si Om tiba-tiba mengajak makan, pergilah kami semua ke salah satu tempat makan di lantai atas itu. setelah melihat semua menu akhirnya si Om mengajak untuk pergi ke tempat lain saja, hahaha…

Saya jadi merasa tidak enak dengan pelayan bertubuh kecil yang membawakan 3 buku menu yang lumayan besar, lebar dan tebal.

Ingin ke tempat Bakmi, Oalah, ramai sekali, mirip pasar malam. Akhirnya pilihan jatuh ke sebuah resto yang sedikit pengunjungnya, si Om memesan ‘Kambing’, si tante memilih ‘Lobster’, si Anak tertarik pada ‘Sapi’ dan saya, tetap setia dengan ‘ayam daging keju’.

Hening sesaat, sambil menunggu pesanan.

Saya mulai merasa bahwa ‘kinda miss my family at home’.

Lagu Michael Buble jadi backsound

“..Maybe surrounded by
A million people I
Still feel all alone
I just wanna go home
Oh I miss you, you know

Let me go home
I’m just too far from where you are
I wanna come home..”

Teringat masa-masa saya masih ‘dipingit’ di rumah, pergi jalan-jalan berlima (si Mama,si Papa,si Yik,si Mik,si Saya) bersama si apple suatu hal yang jarang terjadi. Si Mama sibuk bekerja, si Papa sibuk dengan urusannya, si Yik sibuk dengan jadwal jaga di klinik atau rmh sakit, si Mik yang sibuk dengan sekolah dan si Saya yang tidak sibuk sendiri *sigh*.

Dulu saya tidak terlalu peduli dengan ‘wisata keluarga berlima’, hanya jalan-jalan keliling kota Palembang dan berakhir di rumah makan dengan pemandangan pohon di sekeliling, kolam ikan di bawah saung, semilir angin yang tidak jarang hembusannya lumayan kencang dan menu makanan khas daerah tempat si Papa. Apa yang menarik??

Setelah saya resmi ‘pergi’ dari rumah untuk mewujudkan mimpi supaya jangan terus menjadi sang pemimpi, akhirnya saya sadar akan sesuatu yang ‘mahal’ yang mungkin akan semakin sulit untuk dirasakan lagi.

Berkumpul bersama keluarga lengkap di luar rumah adalah momen yang sangat mahal.

Kapan lagi saya bisa melihat si Mama yang selalu ‘panik’ dan ‘parno’ kalau si Papa agak ngebut membawa si apple, tidak lupa membaca ayat kursi berkali-kali dan kita (baca:anak-anak tidak tahu diri) mengejek bahkan menyindir si Mama yang wajahnya selalu tegang dan pucat ketika si apple melaju dengan kecepatan 80 km/jam di jalan yang sepi.

1994pathy

Kapan lagi saya bisa melihat ‘drama rumah tangga antara ibu,ayah,anak-anaknya’ yang jarang terjadi di keluarga lain. si Papa yang terkenal pendiam dan poker face bisa menjadi pelawak srimulat.

Kapan lagi saya bisa mendengar si Mik bernyanyi lagu-lagu korea dengan nada datar dan demi si Mik juga semua harus rela mendengarkan ’stasiun radio korea rusak’ dalam jangka waktu yang tidak dapat ditentukan.

I should cherish every moment…

Dan kata ‘alhamdulillah’ itu tidak pernah saya ucapkan pada saat itu…

berdoa

Sekarang saya tinggal terpisah, beruntung si Yik terikat kontrak dengan salah satu rumah sakit swasta di Palembang, si Mik masih punya 2 tahun lagi sebelum dia memutuskan kuliah di mana. Saya juga belum berpamitan dengan ‘formal’ kepada keluarga si Mama, Teft, teman-teman, dan tetangga.

Doa saya semoga saja hari raya idul fitri nanti saya bisa pulang.

Mulai menata dan memperbaiki diri

Mengucapkan syukur alhamdulillah atas segala yang diberi, baik nikmat atau cobaan…

home-sweet-home

starting a new page

it’s been a long time,
beristirahat sejenak menulis di blog tercinta ini…
Sekarang saya sudah berada di Jakarta, setelah berjuang agak lama akhirnya jawaban atas pertanyaan saya yang sudah lama saya tanyakan terjawab sudah..
walaupun,
yaa, sejujurnya saya tidak begitu mengharapkan lokasi dimana saya akan bekerja nantinya.

Bukan karena tidak tahu cara berterima kasih atas rahmat dan ‘hadiah’ yang diberikan di penghujung tahun 2009 ini, tapi dari dulu saya memang kurang bersahabat dengan kondisi atau atmosfer ibukota negara ini.

Mungkin banyak yang memimpikan untuk tinggal dan mencari kehidupan-yang-nyata dengan berusaha segala cara untuk bisa menginjakkan kaki dan menghirup udara yang penuh dengan polusi ini.

Ramai, bising dan penuh.

Kira-kira itu yang ada di kepala saya ketika harus memaparkan alasan ‘mengapa saya kurang bersahabat dengan kota ini’.
Mungkin ini yang disebut karma atau menelan ludah sendiri.
walaupun saya pasti akan memberikan pembelaan bahwa ini ‘di luar’ kuasa saya untuk menolak.

Tapi kalau terus-menerus hanya memikirkan ‘ketidakbersahabatan’ antara saya dan si ibukota sepertinya saya termasuk orang yang tidak ‘kreatif’ :D

Saya punya teman.
Ya, saya bisa melupakan rasa ‘ketidakbersahabatan’ itu dengan menghabiskan waktu2 berharga yang sempat hilang bersama teman-teman.

Intinya,
mengeluh terlalu lama tidak akan menyelesaikan masalah.

Setelah sekian lama tidak menulis blog, kali ini saya hanya bisa menumpahkan sedikit uneg-uneg yang bersifat pribadi.

-LadYNa-

Minal Aidin Walfaidzin

Hola…

Udah lama gak posting, ‘ditegur’ beberapa orang yg bilang “gak ngeblog lagi??…”

Hohohoho…

Mumpung roman2nya masih lebaran, saya ‘theextraordinaryladyna’ mengucapkan,

Happy Eid Mubarak 1430 H

Minal Aidin Walfaidzin, Mohon maaf lahir dan batin…

0-0 lagi kan skornya….

hehehe….

‘CROWD’nya Pemilu dan Politik di Indonesia :p

Pertama2 saya ingin mengucapkan selamat kpd Partai Demokrat yg sementara ini berada di urutan 1 (Jagoan saya sepertiny berada di posisi yg agak mengkhawatirkan..)
Skrg smua org sibuk dgn si 31 kira2 bkln koalisi sm si 8 atw 23.. Si 28 mgkn bkl nglamar si 5 atw si 23..
Bhkn ada slh 1 tokoh partai yg ‘tidak rela’ dan ‘ketar-ketir’ dgn nasib partainya kalo pola pasangannya sama seperti dulu (31 dan 23) dgn alasan “nanti tidak menarik dan tidak seru.. Seharusnya si 23 koalisi dgn si 28, si 9 atw si 5″..
Si tokoh politik itu mgkn menganggap pemilu ajang ’seru2an’ ajang ‘have fun’. Mengecewakan..
Siapapun calonnya, saya, insya alloh tidak memilih capres yg mengecewakan seperti tokoh politik td dan capres berjenis kelamin ‘wanita’ :)

Aah,pokonya tema di berita2 skrg gtu2 aja,udh mirip acara gosip (terutama stasiun merah-putih, busyet dah penyiar2nya ky host acara gosip, comel2 kabeh..)

Blm lg ttg caleg artis yg ‘mendominasi’ hasil suara dibandingkan sm politisi2 yg dr dl sdh malang melintang di dunia politik. Tragis ya..
Bknnya menganggap ‘remeh’ tp saya jd semakin khawatir klo nantinya semakin byk anggota parlemen yg ‘pintar berakting’ demi terwujudnya ambisi pribadi atw golongan.
Lagi2 yg bkl ‘nrimo’ ya masyarakat awam yg tidak tau apa2 dan mgkn tadinya ‘milih’ mrk krn ’sering liat di tipi’ atw ‘oleh2′ yg menarik dr si caleg. Jgn2 senayan bkl sering jd tempat syuting,hehe..
Oiya, para caleg yg gagal mulai byk yg tumbang dan depresi bhkn ada yg meninggal krn serangan jantung, saya turut berduka..
Yg lbh wow lg byk caleg yg ‘mengambil kembali’ barang2 yg sdh ‘disumbangkan’ ke masyarakat..
Pemilu tahun ini semoga bisa jadi ‘tamparan’ bwt orang2 di sana yg punya keinginan utk mencalonkan diri di tahun berikut2nya..

Hmm, Ini cm skedar ’sampah busuk’ yg hrs dikeluarkan spy baunya menguap :)

*Jd gak sabar nunggu pilpres ntar pasti bkln lbh heboh.. Hehe..*

Human Grateful… Whatsoever lah…

After blaming on myself for some reason, now I know that everything never changes if i still stand on the same position without taking any chance that God has given to me.

Wondering why i dont have the ‘L’ factor and keep asking why YOU bring me in a such terrible situation.
I read and read again all the ‘grumble’. Well, i’ve written so much since 2007.
Searching for ‘what is the main problem’ and have i done anything to solve it and bla..bla..bla..

I realize that i’ve missed one thing which is very precious. A great family and parents who always force me up to never say ‘give up’ in any way. They teach me how to face this creepy life, the bittersweet of life and unfortunately, I never say ‘terima kasih, thank you, alhamdulillah, arigatou or else’ for this blessing. Without it, i think i will suffer and become insane, obviously ;3
*Please forgive me, G…*

Well. maybe, I can easily gamble my life away if that’s such a cool deal for me (though i’m not sure what ‘cool deal’ is all about…).
I have to work extra hard, and innovate my way out of this ‘black hole’.
hahah…
It is so important to remember all the things we have to be thankful for.
This is our obligation as a human grateful to be proficient in, for all that Allah SWT gave us all the circumstances, health, longevity and blessing.

Cheers.

ps: “ternyata semakin ke sini semakin kurang mengucap ’syukur alhamdulillah’ buat hal-hal yg mgkn simple tp ternyata pengaruhnya besar di kehidupan.”

It’s all about “the real big give” in your life :)

Will Smith always plays great!
Setelah mengharu biru di film Pursuit of Happiness, nangis bareng novy dan sapi di I’m Legend, sekarang gantian 7 Pounds let ur tears fall from ur eyes…

 

Setelah tidak berhasil menonton “burn after reading” diakibatkan si cakramnya rusak dan sempat terjadi kejadian memalukan. Di cakram itu ditulis “born after reading” salahkan saja saya dan teman yg mmg dr awal gak tau judul sebenernya film itu. Krn dy suka brad pitt ya sdh akhirnya dibeli. Setelah ada sms dr seorang tmn yg isinya ‘menertawakan kesalahan saya dlm menulis judul film’, kami berdua tertawa dan akhirnya film itu gak bisa ditonton krn macet.

NICE!

About 7 pounds, it’s a very emotional movie for me. It’s all about Ben thomas who killed 7 people in a car accident, included his fiance. Well, he was typing sms while driving a car.
Everyday he’s haunted by the tragedy and the victiims. so, he decides to donate his organs and also a house for those who need it.

After watching it, i realize that what life is about. It’s about SACRIFICE.

Sure it will obviously touch ur heart, our hearts…

Must have seen movie again, I guess…

Kembali Lagi…

Setelah sekian lama absen dari dunia per-blog-an, akhirnya saya kembali mencoba untuk aktif lagi.

Seperti lagu Pasto, “Aku hanya pergi tuk sementara…”

*Salahkan saja internet server yang selalu ngaco tiap dipake buat posting..*

-_-’